
MAN 2 Sungai Penuh 13 Mei 2026. pemandangan yang menyejukkan setiap pagi di lingkungan Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Sungai Penuh. Sebelum lonceng masuk kelas berbunyi dan materi pelajaran dimulai, seluruh siswa berkumpul untuk melaksanakan kegiatan Kuliah Tujuh Menit (Kultum).
Kegiatan rutin ini bukan sekadar formalitas, melainkan strategi madrasah dalam membentuk karakter dan mempertebal iman serta takwa (Imtaq) para siswa di tengah gempuran arus digital.
Panggung Mental bagi Siswa
Menariknya, petugas Kultum tidak didominasi oleh guru, melainkan digilir antar siswa dari setiap kelas. Hal ini bertujuan untuk melatih keberanian berbicara di depan umum (public speaking) dan rasa percaya diri siswa.
"Kami ingin mencetak lulusan yang tidak hanya cerdas secara akademik, tapi juga memiliki kedalaman spiritual dan kemampuan syiar yang baik," ujar salah satu guru pendamping.
Materi yang Relevan
Materi yang dibawakan para siswa pun beragam, mulai dari:
Adab kepada guru dan orang tua.
Pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sekolah.
Bahaya perundungan (bullying) dalam pandangan Islam.
Motivasi menuntut ilmu di masa muda.
Suasana Belajar yang Lebih Kondusif
Kepala MAN 2 Sungai Penuh mengungkapkan bahwa tradisi ini membawa dampak positif pada suasana belajar. Dengan diawali oleh nasihat keagamaan dan doa bersama, para siswa merasa lebih tenang dan fokus dalam menerima pelajaran di kelas.
"Kultum pagi ini adalah nutrisi jiwa sebelum siswa menerima nutrisi ilmu pengetahuan. Kami berharap ini menjadi bekal karakter yang kuat saat mereka lulus nanti," pungkasnya.
Dengan konsistensi menjalankan program ini, MAN 2 Sungai Penuh terus memantapkan posisinya sebagai lembaga pendidikan yang mengintegrasikan kecerdasan intelektual dengan akhlakul karimah.
|
25x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kota Sungai Penuh dan Sekitarnya
Memuat tanggal...